Selasa, September 29, 2009

I've Been Waiting 4 U My Kasyfu At-Taqdiraat..... (Bagian I)


270909.

Hari ini, saya harus ke kuliah untuk memastikan apakah kasyfu at-taqdiraat (transkip nilai ijazah) saya sudah bisa diambil atau masih belum lengkap. Saya bersiap-siap dengan penuh harap, agar kasyfu at-taqdiraat sudah bisa saya ambil, karena waktu saya mencoba untuk mengambilnya lima hari sebelum lebaran yang lalu, bagian pengurusan ijazah mengatakan bahwa kasyfu at-taqdiraat untuk jurusan Syariah Islamiyah (Islamic Law) baru bisa diambil seminggu setelah lebaran. Dan hari inilah waktu yang dijanjikan. Niatnya, kalau sudah bisa diambil saya akan langsung ke Kulliyyah at-Thibb untuk mendapatkan legalisir syahadah sementara dan itu tadi, kasyfu at-taqdiraat. Karena jika belum ada kasyfu at-taqdiraat, saya belum bisa mendapatkan legalisir apalagi syahadah asli. Saya ingin sekali cepat-cepat menyelesaikan urusan ini, karena saya sudah ingin sekali balik ke Indonesia. O, God, Sahhil kulla Umuuri.

Dengan langkah penuh semangat saya langsung mendatangi Ablah Hana di ruang qismu al-khirrijaat (bagian imigrasi).  
Ablah Hanna    : Inti 'aayizah eyh ya habibti (kamu mau apa?) sapa beliau tanpa basa-basi,  
Saya              : haakhudz kasyfu at-taqdiraat ya ablah, nazalat? (Miss Hanna, saya ingin mengambil daftar nilai ijazah saya, sudah bisa saya ambil?) jawab saya.
Ablah Hana   : Lissah yaa habibti, ahsyan natijah sanah tsaniyah lissah mauguud (Belum, karena nilai-nilai tingkat dua belum ada).  jawab Ablah Hanna dengan penuh penyesalan.
Saya                : Imta ya Ablah (Kapan bisa saya ambil?)
Ablah Hana  : Ana musy 'arfah, mumkin bukroh aw ba'da bukroh aw ba'da ushbuu' (saya belum tau, bisa jadi besok, lusa atau seminggu lagi), Jawabnya. Sebuah jawaban yang membosankan. Rasanya saya sudah sangat akrab dengan kata-kata itu.

Saya               : Ya Ablah, Misy mumkin law bukroh, ahsyan sa usaafir ilaa baladi (Miss, ga mungkin ya klo besok, saya mau pulang ke Indonesia nih?).
Ablah Hana      : Ana ba'ullik musy 'arfah bi dhobth, 'ammily at-taukiil (saya bilang saya belum tau pasti, kamu wakilkan saja) sarannya.

O God....., kecewa sekali diriku.... Dan bukan hanya saya, semua teman-teman satu fakultas juga merasakannya. Karena hal ini kami harus menunda-nunda terus waktu kepulangan kami ke tanah air. Padahal udah kangen banget nih sama bonyok dan ade-ade. 
Memang sih bisa saja saya wakilkan urusan ini kepada teman saya dan sebenarnya nita dan izza sudah siap untuk mengurusnya. Tapi setelah saya pikir-pikir, mengurusnya sendiri saja ribetnya minta ampun apalagi kalau diwakilkan, sungkan jika harus merepotkan orang lain. Jadi saya bertekad untuk menahan rasa kangen ini, hiks :(. 
Meskipun demikian, saya dan teman-teman terus mencoba untuk mendapatkan kepastian dengan tidak henti-hentinya mendesak Ablah Hana untuk secepatnya mengurus transkip nilai kami.

 O, Kasyfu at-Taqdiraat, I have been waiting for you....:(. 




Hehe... sekalian narsis ah... ckckckck :D
saya dan teman-teman satu fakultas (Islamic Law) di depan kampus Al-Azhar li al-banaat, Kairo.

Minggu, September 27, 2009

My Another Beloved Home

Rumah adalah tempat dimana terdapat anggota keluarga. Ada ayah, ummi dan ade-ade. Tempat dimana saya menemukan kehangatan, kenyamanan, cinta, kasih sayang, rasa aman dan perlindungan. Rumah saya biasa saja, sederhana, tapi kaya akan rasa. Ayah saya adalah seorang pecinta tanaman, ayah menyulap halaman rumah menjadi kebun yang asri. Tempat favorit keluarga untuk sekedar ngopi sambil ngobrol-ngobrol santai di sore dan malam hari, nyaman. Love those moment. Ummi adalah koki handal. Tidak heran kalau ayah enggan makan jika bukan ummi yang memasak, romantis. Itulah salah satu dari ribuan hal yang membuat saya dan ade-ade betah dirumah. O mom, dad, its so beautiful and makes me wanna cry, thanks.

Di sini, negri para nabi, saya juga menemukan sebuah tempat yang layak saya sebut rumah, tempat saya melepas penat setelah seharian penuh melakukan aktivitas kuliah dan beberapa organisasi di luar kuliah. Di sini saya menemukan kenyamanan, meski tidak sehangat rumah tercinta saya di Bekasi sana.  Di sini juga banyak canda, tawa, keceriaan dan berbagai macam rasa yang membuat hidup saya di rantau ini lebih berwarna. Apalagi sejak ade-ade satu almamater saya datang ke sini dan kebetulan flat mereka berada di lantai dasar apartemen saya, tambah seru aja. Meski tak jarang terdapat pula rasa mumet, but thats not important.


Rumah saya di sini terletak di kawasan Hayyul 'Asyir tepatnya daerah Tabbah. Hanya ada beberapa flat saja yang di tempati oleh mahasiswa indonesia. Tidak seperti daerah Gamee, Bawwabaat dan sekitarnya yang dijuluki sebagai Ardh Indunisy (kampung orang Indonesia) karena mayoritas kita tinggal di sana. Meski demikian, saya jadi merasa benar-benar tinggal di Mesir, karena jarang sekali saya menemukan orang se-negara asal di sini. Hehehe, menghibur diri, bilang aja sepi :). Saya tinggal di dekat terminal bus, Alhamdulillah, ini memudahkan saya untuk berangkat kekuliah, karena banyak sekali bus angkutan jurusan kuliah dan engga mesti berdesak-desakan dengan mahasiswa indonesia lainnya yang saling berebutan  bus yang terbatas di Hayyul Asyir sana, aman.


Udah lama banget saya engga keluar rumah pagi-pagi buta, sejak libur kuliah tepatnya, males. Dan kemarin, tanggal 24 September akhirnya saya keluar pagi-pagi juga karena salah seorang teman saya ada yang  balik ke Indonesia dengan menggunakan jasa penerbangan singapore airlines yang jadwal penerbangannya pagi.  O, God...  indahnya pagi. he9x.. dasar ga penting cuma pengen eksis aja... ckckckckck :D.

Ini dia suasana pagi di Tabbah permai, indah.

Jumat, September 25, 2009

Belajar Menjadi Sahabat Yang Baik

Segala sesuatu tidak selamanya akan berjalan mulus, adakalanya disana terdapat kerikil tajam yang harus dilewati. Begitu pula dalam hubungan persahabatan, situasi pahit sesekali akan datang. Oleh sebab itu, sebuah hubungan memerlukan rasa saling pengertian.

Kita harus dapat menerima bahwa setiap kita memiliki sisi baik dan buruk, adakalanya seseorang menjelma sebagai malaikat, di lain waktu dia bisa saja berbuat kealpaan dan kesalahan. Saat seseorang berbuat salah kita sering kali melupakan sisi baik yang dimilikinya. Hal itu sangatlah tidak adil, sebagai seorang sahabat sepatutnya kita memberikan ruang atas kealpaannya. Buatlah prasangka baik, sebab seringkali pada situasi sulit prasangka buruk akan membuat sesuatu menjadi runyam.

Well, kita harus menyadari bahwa no body's perfect,  itu salah satu hal yang bisa membuat kita  bisa menerima kealpaan seseorang. Dan satu hal yang penting, ingatlah hal baik apa yang telah dia lakukan untuk kita selama ini.

Renungan,
Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri. Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita. Oleh karenanya, peliharalah persahabatan dengan baik. 
Ingatlah kapan terakhir kali kita berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping kita??
Siapa yang mengasihi kita saat kita merasa tidak dicintai??
Siapa yang ingin bersama kita pada saat tiada satupun yang dapat kita berikan ??
Merekalah sahabat-sahabat kita.
Hargai dan peliharalah selalu persahabatan dengan mereka.








 




Kamis, September 24, 2009

Bingung

Mereka bilang tali ini bernama persahabatan
tempat segala luka dapat terobati
tidak mungkin putus dengan apapun
dan tiada yang mampu merusaknya
katanya dengan ini kita dapat saling berbagi
tapi kini makna itu telah bias

prasangka baik yang dulu terjaga, kini hilang
menyisakan kecewa, saat kepercayaan tidak lagi dapat ditemukan
Namun, tidak ada yang dapat disalahkan

(
Kecewa mode on)









Selasa, September 22, 2009

LEBARAN....

Kalau bukan karena lebaran, mungkin kita akan banyak berapologi untuk ketidakhadiran kita dalam silaturrahim yang mengikat kebersamaan dan kasih sayang (Meisya).

Sudah kesekian kali saya merayakan hari raya di Mesir, sebuah tempat yang saat ini terasa berat untuk saya tinggalkan karena sebentar lagi saya akan kembali ke tanah air, rasa takut sudah pasti ada, takut jika bekal ilmu yang saya dapat belum cukup. Lebai. Namun kerinduan pada orang tua dan keluarga mengalahkan segalanya. Ala kulli hal, saya minta doa dari temen-temen Blogers semua agar perjalanan urusan syahadah/Ijazah saya mudah dan lancar, Amin.... Thanks be 4 .

Kata meninggalkan kini akan hadir lagi dalam episode hidup saya, berat. Berat karena harus berpisah lagi dengan orang-orang yang saya kasihi, teman-teman satu almamater yang telah saya anggap sebagai keluarga, para senior yang telah banyak berbagi pengalaman, dan mengajarkan berbagai macam hal, sahabat yang selalu ada dalam segala suasana. I'll miss them .

Moment lebaran adalah moment yang selalu saya rindukan, tempat segala dosa dan kealfaan diberikan ruang untuk dimaafkan. Saat dimana setiap orang berharap mendapatkan kesucian hati. Dan bagi saya yang masih berada jauh dari orang tua dan keluarga di Indonesia, lebaran adalah saat yang tepat untuk sedikit mengobati kerinduan saya pada mereka. Terlebih moment ini bisa mengumpulkan keluarga saya di Mesir yakni keluarga almamater saya, IKPMA tanpa ada yang absent satu orang pun. Sebab kalau bukan karena lebaran, mungkin akan banyak apologi untuk ketidakhadiran dalam silaturrahim yang mengikat kebersamaan dan kasih sayang. Setidaknya lebaran akan membuat kami terlihat lebih kompak dan akrab, saat alfa dan salah mudah untuk dimaafkan setelah satu tahun saling bersinggungan satu sama lain dalam satu wadah yang menaungi kami di Mesir tercinta ini. Guys, IKPMA selalu merindukan kita.


DO YOU REALIZE THAT

We are born with two eyes in front,
because we must not always look behind.
But see what lies ahead, beyond us.

We are born to have two ears one left - one right so we can hear both sides.
Collect both the compliments and criticisms, to see which are right.

We are born with a brain concealed in a skull.
Then no matter how poor we are, we are still rich.
For no one can steal what our brains contains.
Packing in more jewels and rings than you can think.

We are born with two eyes, two ears, but one mouth.
For the mouth is a sharp weapon, it can hurt, flirt, kill.
Remember to talk less, listen and see more.

We are born with only one heart, deep in our ribs.
It reminds us to appreciate and give love from deep within.
Learn to love and enjoy being loved but do not expect people to love you the way or as much as you had loved them.
Give love without expecting love in return and you will find love more beautiful.


Senin, September 14, 2009

Apa kabar blog-ku

Wah, blog gw dah berdebu nih,,, sorry bgt ya blog dah hampir setaon engga gw rawat dengan baik. Bukan karena gw lupa ma lo, tapi setaon ini gw bener-bener fokus sama kuliah. I'm so sorry dear...:(.

BTW, sekarang gw lagi interest banget mengenal sifat manusia, sejak gw baca buku Good and Evil-nya Jusra candra, gw tertarik banget pas gw baca ungkapan dia "karena sifat manusia jelek dan jahat, kita tidak bisa tidak mengenalnya. Dan karena sifat manusia baik, kita tidak bisa tidak memahaminya".

“Sifat manusia memang jelek. Dia egois, dengki, pembosan, bahkan seiring pertambahan usia, dia akan berubah perlahan-lahan, sampai dia sendiri pun belum tentu mengenalnya.”

“Tetapi sebaliknya, sifat manusia juga ada sisi baiknya. Saat kita terluka, berbaring di tanah, pada masa damai, pasti akan ada orang yang menolong. Saat kita kelaparan, berjalan pun susah, pada masa panen, pasti ada orang yang akan membantu.”
Emang sih gw ketinggalan banget baca nih buku, gimana engga, buku itu tebit tahun 2004 kali, hehehe :D. Yang pasti nih buku enak banget dibaca, penulis menjelaskan sifat-sifat manusia melalui cerita-cerita pendek yang atraktif kemudian dipaparkan dengan gamblang selapis demi selapis bagaimana sifat manusia yang sebenarnya. Buku ini bisa diibaratkankan sebagai sebilah pisau bedah yang membedah sampai ke hati terdalam manusia. Menunjukkan kepada kita tumor dari sifat manusia, kemudian menyingkirkannya. Tentu akan berdarah-darah. Tetapi setelah berdarah-darah, diharapkan membawa suatu pencerahan buat kita. pokoknya Te-O-Pe deh.