Selasa, Agustus 11, 2015

Blog Kadaluarsa ini, Berusaha Eksis Kembali

Bismillahirrahmaanirrahim...
Ibarat makanan, blog saya ini bisa dikatakan kadaluarsa. Sebab pemiliknya yang sok sibuk ini sudah tidak pernah menyentuhnya lagi. Meskipun kadang suka merepost ulang demi menjaga eksistensi.
Tiga tahun belakangan ini saya memang sedang menyibukkan diri berkiprah di dunia pendidikan. Dari mulai mengajar di sekolah yang dipimpin orang lain, hingga kini sedang belajar menjadi pemimpin di sebuah sekolah di bilangan Bekasi Utara. Tugas yang berat ini, bagi seorang junior seperti saya memang membutuhkan tenaga dan fikiran ektra untuk dapat memajukan sekolah yang saya pimpin sehingga membuat saya selalu absen untuk sekedar sharing dengan teman-teman blogger. Saya sungguh merindukan saat-saat menghabiskan waktu hanya sekedar melayout blogger saya ini hingga memposting tulisan yang mungkin bagi sebagian orang itu tidak penting. Tetapi yang terpenting bagi saya adalah dapat terus menjaga eksistensi dan bisa sedikit sharing pengetahuan dan pengalaman. 
Tiga tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk sebuah proses kepuasan diri, jika di lihat dari pengorbanan dan perjuangannya. Dalam perjalanannya, saya sudah banyak mengucurkan air mata, keringat, tenaga dan materi. Tapi semua itu dapat terbalaskan dengan kepuasan bathin saat mendapatkan arti dan makna dari sebuah pengorbanan hidup demi terealisasinya cita-cita murni seorang yang ingin mengabdi pada Agama dan bangsanya. Ibarat menyeruput secangkir cokelat panas, di bekunya puncak Fashlu as-Syita (musim dingin) di Kairo sana.
Pengorbanan yang saya bicarakan di sini bukan hanya tentang kerasnya kehidupan, tetapi juga tentang bagaimana seorang Al-Fakir ila rahmatillah seperti saya ini ingin ikut serta mencerdaskan anak bangsa mulai dari NOL.
To be continued....


Jumat, Agustus 17, 2012

P e n g h a p u s

Jika kita salah dalam menggoreskan sesuatu di kertas, apa yang kita lakukan??

Menghapus. Ya menghapus. Dengan karet penghapus atau dengan tipe-x? Bisa dua-duanya. Jika kita menghapus dengan karet penghapus, apakah tulisan yang salah itu masih ada? Tidak. Jika kita menggunakan tipe-x, apakah tulisan yang salah itu masih ada? Ya, masih, hanya tertutup dengan tipe-x.

Demikianlah kita memaafkan kesalahan orang lain. Jika kita memaafkan kesalahan orang lain dengan ‘karet penghapus’ maka kita memaafkan dan melupakan kesalahan orang tersebut. Namun bila kita menghapusnya dengan tipe-x, itu artinya kita masih menyimpan kesalahan orang tersebut dalam hati kita.

Teman-teman, bulan Ramadhan telah memasuki hari-hari penghujungnya. Saya sebagai manusia yang lemah dan tidak sempurna mohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan yang pernah saya lakukan pada kalian semua. Hapuskanlah kesalahanku dengan karet penghapus sehingga kesalahanku tidak lagi kalian simpan di hati. Mohon maaf lahir batin. Semoga kita kembali kepada kebersihan diri, kesucian hati, kejernihan jiwa.

Selamat hari raya Idul Fitri 1433 H.


Selasa, Agustus 14, 2012

M e n t a r i - k u

Hangat dengan sesuatu yang secara material tak terjangkau. Tapi tak disini. Di hati. Pelan-pelan mencuri waktu. Mengendap-endap mencari senyum. Dua musim berganti. Tingkahmu masih sama. Rasa yang berlebihkah? Entah. Sama-sama tak ingin tergesa menarik ucap.
Ajari aku bertutur, Imam Sujudku. Kenalkan aku pada hangat duniamu. Setelah itu, aku tunjukan keramahan duniaku.
Duhai Imam Sujudku, apa yang ada dalam benakmu kala aku menangis bahagia karenamu dan kau selalu tawarkan bahumu?
Lalu, kau bangunkan aku dengan sentuhan lembutmu. Seringkali kau mengaku tak tidur. Apakah kau tahu kehadiranmu lebih hangat dari secangkir kopi dan mentari pagi?

Sabtu, April 14, 2012

...Aku sadar...

Cangkir teh yang tadi ku isi penuh kini kosong setelah kau meminumnya pagi tadi, seperti ruangan ini, kamar kita. Aku terduduk di sisi kamar sambil memandangi cangkir tehmu. Aku selalu merasa kehilangan saat kau tidak di sisiku, lelakiku. Kau yang sudah 3 bulan ini masuk ke dalam hidupku. Ah, aku sadar, aku memang kadang sedikit kekanak-kanakan, ada rasa ingin selalu di manja, ingin selalu ada di sisimu. Tapi aku sadar, kau mepunyai banyak tugas dan kewajiban, bukan hanya aku. Semoga Allah selalu melindungimu di setiap langkahmu. I Love You My husband.

Salam cinta dariku,
U'r wife

Kamis, Maret 10, 2011

Bagaimana Anda Memperlakukan Al-Qur'an?

Al-Qur'an memperkenalkan dirinya sebagai "Kitab yang tiada keraguan didalamnya sebagai petunjuk bagi orang yang bertakwa" (Q.S.Al-Baqarah [2]:2). Artinya, kitab suci Al-Qur'an merupakan petunjuk dan pegangan hidup kita. Persoalannya sekarang, bagaimana sebenarnya kita memperlakukan Al-Qur'an dalam hidup kita?

Tentang Putih, Tidakkah kau Lupa

Sudut itu berupa putih dikelilingi cermin yang tersengat mentari, seperti lintasan purnama di selaksa moksa. Saat itu yang kutanyakan bukan tentang hitam, tapi luka yang tak terbaca oleh sunggingan senyum paksa bersama hujan. Kau tahu di mana Syurga?, kau ingat saat itu kita bersama-sama menerjemahkannya menurut pemahaman kita masing-masing, di tengah debur ombak yang membelai jilbab pich dan violet yang kita kenakan.

Bukan Tentang Mendung

Sebenarnya ini bukan tentang mendung, hanya menerjemahkan rasa yang tidak terungkap oleh lidah. Ini juga bukan tentang kematian, karena saya sangat tahu bahwa setiap yang hidup pasti akan mati, sebagaimana yang Allah jelaskan dalam kitab-Nya yang suci "tiap-tiap jiwa (yang bernyawa) akan merasakan kematian" (Q.S. Ali Imran [3]:185).

Minggu, Februari 27, 2011

Nagmii....

Bintangku...
Ku mohon jangan kau berdiri di tempat yang tak bisa kulihat!
Kau tahu, di sini ada banyak tanya. Ya di sini, di ruang hatiku. Tentang sinarmu.
Aku tak peduli pada ruangmu karena ku yakin seiring berjalannya waktu, kau akan menemuiku dengan izin-Nya. Karena kau ada di sini, di garis takdirku.
Aku bulan yang merindu cahayamu, berharap sinarmu menemani di setiap jengkal sunyi.


Teruntuk bintangku...