Kamis, November 27, 2008
Terima Kasih Ibu Meutia Hatta............
Rabu, November 26, 2008
IKPMA, Kembali Masuk dalam Nominasi Almamater Terbaik PPMI Academic Award.
IKPMA
Kembali Masuk dalam Nominasi Almamater Terbaik PPMI Academic Award.
Penghargaan sebagai nominator almamater terbaik bukanlah yang pertama kali diraih oleh IKPMA. Ini merupakan yang kedua kalinya IKPMA masuk dalam nominasi almamater terbaik pada PPMI Academic Award. Untuk mendapatkan prestasi tersebut bukanlah hal yang mudah, Tim Penilai kategori almamater dan kekeluargaan terbaik yang di ketuai oleh Saudara Muhammad Wara’ Kasum pada puncak acara PPMI Academic Award 2008 menjelaskan sistem penilaian kategori almamater dan kekeluargaan terbaik. Penilaian bukan hanya ditinjau dari tingginya prosentase kelulusan, tetapi juga dititik beratkan pada kualitas dan kuantitas kegiatan yang mendukung prestasi akademis dan pengembangan intelektual anggota, seperti: kajian fakultatif, bimbingan belajar, simposium, bedah buku, seminar, pelatihan-pelatihan, workshop, juga berdasarkan inklusifitas kegiatan dan kontribusinya untuk khalayak umum dan berdasarkan Frekuensi kegiatan dan kesinambungannya. Berikut ini hasil dari penilaian yang dirumuskan oleh tim penilai:
Tiga nominasi untuk kategori Almamater terbaik berdasarkan prosentase kelulusan anggota:
- MISYKATI 93.48%
- AL-MAKKI 91.58%
- IKPMA 84.38%
Adapun hasil penilaian berdasarkan data kegiatan tiga nominasi almamater terbaik tahun ajaran 2007-2008 yang sesuai dengan kriteria di atas adalah sebagai berikut:
1. AL-MAKKI 5 kegiatan
2. MISYKATI 4 kegiatan
3. IKPMA 4 kegiatan
Dengan demikian, setelah melalui proses penilaian di atas, dengan mempertimbangkan hal-hal seperti, penekanan terhadap pentingnya wujud amal jama’i tiap-tiap organisasi serta peran dan fungsi organisasi untuk anggotanya baik dalam skala besar ataupun kecil, tingginya penghitungan kegiatan-kegiatan penunjang akademis, jumlah kuantitas anggota yang terdaftar dan data prosentase kelulusan secara keseluruhan di setiap organisasi, maka Al-Makki dinobatkan sebagai Almamater terbaik pada PPMI Akademic Award 2008.
Melihat hasil diatas, ketua IKPMA 2008-2009 Saudara M. Hanif Fikri ketika diwawancarai, mengungkapkan rasa haru dan senangnya atas prestasi yang telah diraih oleh IKPMA. “Meskipun IKPMA belum bisa menempati urutan pertama, Saya pribadi dan anggota IKPMA umumnya merasa bahagia dan bangga atas prestasi IKPMA tersebut” tutur pria yang punya hobi menulis cerpen dan puisi ini. “Prestasi ini harus dipertahankan bahkan ditingkatkan” lanjutnya. Ketika ditanya tentang kiat dan rahasia dibalik prestasi IKPMA, beliau menuturkan bahwa “keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peranan pengurus IKPMA dari tahun ke tahun dengan segala program kerja yang telah dirumuskan bersama dan peran aktif anggota IKPMA dalam mensukseskan program tersebut”.
Tidak ketinggalan, penulis juga mewawancarai ketua MPA IKPMA 2007-2008, Kanda Iman Fadllurrahman, Lc. Beliau mengatakan "Apapun hasil dan predikat yang IKPMA raih pada tahun ini, harus disyukuri sambil terus di evaluasi juga tentunya, khususnya bagi rekan-rekan Pengurus IKPMA 2007-2008 dibawah nahkoda Bang Nurkholis A. Nawawi atas dedikasi dan loyalitasnya kepada IKPMA tercinta, juga anggota IKPMA (bagi anggota tetap maupun simpatisan) atas peran aktif dan kerjasamanya."
Tujuan didirikannya IKPMA adalah menciptakan insan akademis yang bertaqwa, cendekia & kreatif dan mempunyai visi dan misi yang bertumpu pada kesuksesan studi anggota, maka pengurus IKPMA setiap tahunnya berusaha sepenuhnya untuk meramu semua program agar berorientasi kepada pendidikan dan peningkatan studi. Diantaranya, program kerja departemen keilmuan IKPMA yang merupakan ujung tombak dan memiliki fungsi strategis bagi almamater ini banyak melakukan beberapa terobosan, seperti mengadakan kajian-kajian dan diskusi-diskusi serta mengintensifikasi frekuensinya dalam bentuk kajian kelompok perbandingan empat madzhab fiqih (madzahab Hanafiyah, Malikiyah, Syafi’iyah dan Hanabilah) dalam berbagai permasalahan. Dari kajian ini, lahir pula MAJMA (Majlis Mudzakarah IKPMA) sebagai kajian intensif yang dilaksanakan empat kali dalam sebulan. Dalam melejitkan bakat dalam bidang tulis menulis, IKPMA menyediakan bulletin kreasi sebagai wadah untuk menuangkan kreatifitas anggotanya dalam bidang tersebut. Belum lagi dalam bidang olahraga, IKPMA menyediakan kegiatan OLGAMA (Olah Raga Bersama) yang di dalamnya terdapat latihan—latihan seperti voli, catur, bola dan senam.
Tentunya banyak hal yang menjadi PR bagi Dewan Pengurus IKPMA tahun ini dan selanjutnya, guna mempertahankan dan meningkatkan prestasi IKPMA tercinta. Mengenai hal ini, Kanda Iman Fadllurrahman menambahkan "Hasil dan rekomendasi-rekomendasi Sidang Permusyawaratan Anggota 2008 yang lalu, baik ditujukan untuk DP maupun MPA, agar seyogyanya diperhatikan secara serius, agar nantinya kinerja DP dan MPA mampu berjalan balance dan tidak terjadi overlapping. Dan satu lagi, bahwa DP IKPMA tahun ini agar lebih concern dalam bidang pembinaan anggota dan program-program yang menunjang akademis."
Meraih prestasi lebih mudah daripada mempertahankannya, begitu kata khalayak ramai. Oleh sebab itu, IKPMA nampaknya harus terus memacu diri untuk bisa tetap mempertahankan bahkan meningkatkan prestasinya. Semangat IKPMA!!!.
Catatan: Data penulis dapatkan dari PPMI pasca klarifikasi.
Pelangi Itu...
Senin, November 24, 2008
Test Kepintaran
Ayo cari tahu, seberapa pintar anda... .
Siap? GO!!! (gulung layar) < /B>
Pertanyaan pertama:
A nda ikut berlomba. Anda menyalip orang di posisi nomor dua. Sekarang posisi anda nomor berapa?
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~
Jawaban: Jika anda menjawab Nomor Satu, anda SALAH BESAR! Jika anda menyalip orang nomor dua, sekarang andalah yang Ada di posisi nomor dua!
Jangan ngaco lagi, ya?.
Sekarang jawab pertanyaan kedua,
Tapi jangan berpikir lebih banyak daripada ketika menjawab pertanyaan pertama tadi, OK ?
Pertanyaan Kedua:
J ika anda menyalip orang di posisi terakhir, sekarang anda di posisi...?
(gulung layar)
jangan kebawah sebelum menjawab
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~
Jawaban: Jika anda menjawab anda orang kedua dari terakhir, anda SALAH LAGI.... Coba, bagaimana caranya menyalip orang TERAKHIR?
Anda sebetulnya tidak terlalu pintar, ' kan?
Pertanyaan ketiga:
Hitung-hitungan yang pelik! Catatan: kerjakan di pikiran anda saja .
JANGAN gunakan kertas atau pensil atau kalkulator. Cobalah..
Ambil 1000 Dan tambahkan 40 padanya. Sekarang tambahkan 1000 lagi. Sekarang tambahkan 30 . !
Tambahkan 1000 lagi <> . Sekarang tambahkan 20. Sekarang tambahkan 1000
Sekarang tambahkan 10 . Berapa totalnya?
Gulung layar.....
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~
Apakah hasilnya 5000 ?
Jawaban yang benar adalah 4100.
Kalau tidak percaya, cek dengan kalkulator!
Hari apes, ' kan ?
Mungkin di pertanyaan terakhir anda bisa benar...
....Mungkin.
Pertanyaan keempat:
Ayah Mary punya lima anak: 1. Nana, 2. Nene, 3. Nini,
4. Nono. Siapa nama anak kelima?
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~
Apa anda menjawab Nunu?
BUKAN! Tentu saja bukan.
Anak kelima namanya Mary. Baca lagi pertanyaannya!
Okay, sekarang ronde bonus:
SEORANG bisu pergi ke toko Dan ingin membeli sikat gigi. Dengan menirukan orang menggosok gigi, IA berhasil menyampaikan keinginannya pada penjaga toko Dan IA berhasil membeli sikat gigi...
Berikutnya, seorang buta masuk ke toko itu Dan ingin membeli kacamata hitam, bagaimana DIA menunjukkan keinginannya?
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~
Langsung aja ngomong, dia kan gak bisu...
KIRIM TES INI UNTUK MEMBUAT FRUSTASI ORANG-ORANG PINTAR YANG ANDA KENAL!
Kamis, November 13, 2008
Sebuah Pesan
Sang pengagum kedamaian*
Kepada Yang Terhormat,
Para pengagum kedamaian
Di-
Kediaman
Minggu, November 09, 2008
Catatan Simple buat Si Simple
Wah, udah seminggu ney bolos kuliah. jadi ngerasa mengkhianati my Parents, ayah & Ummi tercinta EMMMMUACCCHHH…. (dalem banget non :(, hiks...hiks...) tapi mom, dad..., I have a reason. The reason is..... Tajdid Minhah :D.Sepertinya gw harus cari cara biar bisa bangun pagi2 besok, tanpa mesti ninggalin jadwal nge-date gw ma si ruang makna. Ting…ting…ting… ada bola lampu di atas kepala gw, gw punya ide, gw harus ngumpulin semua jam beker yang ada di kamar gw dan harus diletakkin di deket kuping gw. Ampun deh nie kompi dictionarynya otomatis abiz. Gw dari tadi harus ngecek lagi kata “bisa” Cuappe dweh… Lanjut, alhamdulillah gw punya jam beker yang bunyinya kedengeran ke seantero ruangan, itu kata teh Erna, anehnya gw ga pernah denger tuh suara, ckckckckckkc. Tapi kali ini gw yakin gw bakal bangun pas tuh beker bunyi. Semua butuh keyakinan jeLL. Karna hidup itu seperti apa yang kita fikirkan. tuh ada di banner blog gw. Gw percaya aja ma tuh kalimat, gimana engga, setiap gw mikirin dan mengkhayal sesuatu, baik yang lucu, nyebelin, nyenengin, pasti bakal kejadian. Beruntung gw pas mikirin hal2 yang nyenengin. Lah, pas yang malu2in, ancriiiiiitttt.
Abis nge-date ma blog tercinta gw, kira2 jam 3 pagi, akhirnya hal yang gw takutin terjadi juga, tanpa sadar gw mikirin dan mengkhayal hal2 lucu tapi nyebelin. Terang aja nyebelin, yang gw pikirin tuh, terlambatnya gw. Gw ngebayangin gimana tampang si nopenk dan izrut. Bisa bayangin ga sih loe tampang mereka. Wakakakakakak…. Mata melotot, muka merah padam, ada dua tanduk merah di atas kepala mereka, dua-duanya sama-sama megang 2 jilid kitab Fathul Baary, terus…. terus… terus… Gilaa gw dikejar2 dan mau dipukul pake tuh buku. Wakakakakakk…. “ kenapa V tawa geli banget” “Eh, teteh udah bangun?” “Iya nih teteh harus ke wisma pagi2, jadwal syutingnya pagi” “wah kebetulan, klo mau berangkat bangunin V ya teh” “ Insya Allah” jawab teteh. Udah ah gw mau tidur dulu…..
Kreekeeekkk….. suara pintu tuh. “K ‘IrV ada telpon” “Ya Ampyun…. Tidaksz…. dah jam 9” ………… oh Mom…….. V terlambat bangun………
Jumat, November 07, 2008
For My Best Friends
Rabu, Oktober 29, 2008
Catatan mini seorang fakir
Catatan mini seorang fakir
Awal musim dingin. Arba wa Nush, 28 Oktober 2008
Hari ini saya bangun lebih awal dari biasanya, tepat jam 3.00 pagi. saya tidak mau membiarkan kesempatan ini terlewatkan begitu saja, saya langsung berwhudu, bersimpuh sujud mengharapkan ampunan dan karunia-Nya. Tak lupa saya raih Al-quran mungil pemberian adik saya dan membacanya sambil sedikit mencermati isi kandungannya semampuk saya. Hati saya terenyuh, betapa selama ini saya sangat jauh dari-Nya. Saya lupa untuk berterima kasih kepada-Nya. Padahal di dalam setiap hari-hari yang saya lewati ada saat di mana saya merasa sangat kaya raya atas apa yang saya miliki, tawa, ketulusan, cinta, kasih sayang, kejujuran, itulah semua kekayaan saya.
Tuhan menghujani saya dengan Rahmat teragung-Nya. Maafkan hamba Tuhan, hamba sangat miskin, fakir kemampuan. Kemampuan untuk berterima kasih, kemampuan membalas seluruh kebaikan-Mu kepada hamba, atau sekedar memberi beberapa kalimat indah untuk-Mu, sungguh hamba sangat fakir.
Sangat beruntung, Tuhan maha kaya, tidak butuh apapun dari hambanya, apalagi hamba semacam saya. Dan untuk inipun saya masih terlambat bersukur “Segala puji hanya untuk-Mu, Tuhanku. Maafkan atas kefakiran hamba”.
Tak terasa sepotong cahaya menyelinap dari balik jendela kamar saya saat tirai kabut membuka panggung bumi. Saya langsung membuka jendela kamar, udara dingin langsung menerpa wajah saya, menggigil. Saya nikmati wangi embun yang membasahi dedaunan di tambah kicau burung yang gembira menyambut pagi. Meskipun demikian saya memberanikan diri keluar rumah, ada sesuatu yang harus saya beli.
Dingin. Kehidupan di mulai lagi, bus-bus telah memenuhi terminal yang terletak di depan apartemen tempat tinggal saya. Saya tidak tahu apa yang sudah Allah rencanakan untuk hidup saya hari ini. Setelah kemarin, lusa, seminggu yang lalu, sebulan yang lalu dan bertahun-tahun yang lalu, kesedihan, kesenangan, kekecewaan, rindu, sepi, bahagia dan segala macam rasa telah mewarnai hari-hari saya. Namun demikian, ada satu rasa yang akrab dengan hari-hari saya kini “Rindu”. Dia sseakan tidak mau melewati hari-hari saya. Saya mulai akrab dengannya sejak tiga tahun yang lalu, saat saya memilih untuk melanjutkan kuliah di Kairo, Mesir. Keputusan inilah yang membuat saya kini jauh dari orang-orang yang sangat mencintai saya dan sangat saya cintai. Sejak saat itu saya merasa kesepian. Meninggalkan adalah hal yang menyakitkan. Tuhan, ku harap hariku ini lebih baik dari hari sebelumnya.
Sambl memperhatikan setiap suara dan gerak kehidupan, disana saya melihat ada berjuta rasa. Di sana saya melihat nenek tua sedang duduk di atas batu besar yang tergeletak tepat di belakang kios penjual makanan di tengah-tengah terminal. Dia terlihat lelah, ada kerut duka yang menyelimuti wajahnya. Sepertinya dia sedang menunggu bis. Ada sekantung ‘Isy besar di sisi kanannya. Baju hitam yang ia kenakan terlihat begitu lusuh, menandakan hidupnya begitu berat. Ditambah lagi ada bocah cilik disisi kirinya yang sedang merengek sambil menarik-narik baju nenek tua itu, sepertinya dia menginginkan sesuatu, entahlah, apakah ia kedinginan??? dia terlihat hanya mengenakan sehelai baju lusuh dan kotor, wajahnya pucat. Tapi nenek tua itu diam saja tanpa menggubrisnya. Ada bapak tua berjas rapi menghampiri nenek tua itu, diberikannya syal dan jaket miliknya untuk bocah cilik tadi, “Alhamdulillah” batink saya. Betapa saya harus banyak bersyukur.
Setelah itu saya mengalihkan pandangan menerobos jalan raya, di sana terlihat ada anak laki-laki berusia kira-kira tujuh tahun sedang berkeliling apartemen dengan sepuluh bahkan dua puluh ‘Isy di atas kepalanya, sambil berteriak menjajakan ‘Isy-nya. Tuhan, betapa berat hidup ini untuknya. Tapi tidak sedikitpun raut sedih di wajahnya. Senyuman di wajahnya menandakan dia sangat bahagia, entahlah, apakah ia menyembunyikannya???. Saya kembali harus bersyukur.
Tidak terasa sudah hampir jam 7.30 saya harus bersiap-siap untuk kuliah. Setelah siap, saya berangkat menuju terminal, sbelum sampai di sana saya melihat penjaga apartemen tempat saya tinggal, dia terlihat lelah, saya rasa dia belum tidur sejak semalam, matanya terlihat merah, saya menyapanya dan melanjutkan langkah. Sambil menunggu bus, saya mampir sebentar kekios makanan untuk membeli pulsa, di situ saya melihat ada seorang wanita berbadan gemuk sedang memilih makanan, dia tidak berjilbab, ada kalung emas besar di lehernya dan gelang besar di pergelangan tangannya, seakan membuat langkahnya bertambah berat. Polesan make-upnya membuat mata saya silau, apa ini hidup bahagia???.

