Tampilkan postingan dengan label Friendship. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Friendship. Tampilkan semua postingan

Kamis, Maret 10, 2011

Tentang Putih, Tidakkah kau Lupa

Sudut itu berupa putih dikelilingi cermin yang tersengat mentari, seperti lintasan purnama. Saat itu yang kutanyakan bukan tentang hitam, tapi luka yang tak terbaca oleh sunggingan senyum paksa bersama hujan. Kau tahu di mana Syurga?, kau ingat saat itu kita bersama-sama menerjemahkannya menurut pemahaman kita masing-masing, di tengah debur ombak yang membelai jilbab pich dan violet yang kita kenakan.



Boleh kutanya tentang tulisan kaca yang kau buat? Saat putih memadu di kelopak kuntum tulip yang tersusun rapi di meja marmer. Kini, saat kau ketuk kembali iramanya membuncah seperti pecahan gelas yang kembali terlempar. Kau seperti menghilang. Aku lupa, untuk siapa senyum ini. Lorong moksa ada di hadapan kita, kawan. Gumpalan mungkin sopan mengaduh, mencinta damai.

*Putih mulai mengebiri hitam. Ya, warna yang paling aku cinta. Warna yang tak pernah sanggup investasi apapun. Tak ada yang meracuni warna hitam. Jika pun ada, justru lebur bersamanya. Namun, ketika putih hadir, keduanya tegas memberi tahu identitasnya masing-masing.

Putih dan tulip telah menerjemah persahabatan kita. Semoga maknanya takkan luntur.

Rabu, Oktober 21, 2009

Untukmu Sahabat...




Ada beberapa hal yang belum sempat saya tuliskan di sini. Tahun 2005 yang lalu saat saya resmi menjadi mahasiswi di universitas Al-Azhar, Kairo saya berjumpa dengan dua orang teman satu fakultas yang hingga  saat ini menjadi sahabat terdekat saya. Mereka teman belajar saya, kuliah, curhat, tukar fikiran, diskusi hal-hal yang menarik tentang kehidupan, hang out at the weekend, tawa bareng, sedih bareng, pokoknya they're my best friend in this world deh. Orang-orang selalu bilang kalau kami tidak bisa dipisahkan, kami memang akrab dan kompak. Tapi engga tau kenapa, makna itu seakan memudar dan yang menyedihkan hal itu terjadi di hari-hari terakhir saya berada di sini. Persahabatan kami sedang diuji, akhir-akhir ini kami jarang kumpul di akhir pekan, nongkrong di kafe sambil membicarakan planning masa depan, berbagi cerita tentang hal-hal yang mewarnai hari-hari sibuk kami saat kuliah atau sekedar ngobrol santai sambil main UNO (childish kurang kerjaan). 

Kami memang berbeda, kami mempunyai gaya hidup, aktifitas dan interest yang berbeda. Tapi itu bukan masalah, justru itu yang membuat persahabatan kami lebih berwarna. Banyak hal yang telah saya alami bersama mereka, hal-hal menjengkelkan, menyedihkan, mengharukan, menyenangkan sampai pada hal yang memalukan, secara si taow emang rada gokil jail dan si izrut pendiem pemalu lebih tepatnya, engga heran kalau si taow sering banget ngerjain dia, paling sering sey pas kita abis makan bareng di restaurant indonesia pasti si izrut yang disuruh bayar ke kasir, secara dia ogah engga mau, emang dasar pemalu cuma bayar doang malu. Kalau lagi kaya gini kangen banget pengen kumpul bareng lagi.

Belakangan ini kami memang seringkali sibuk dengan urusan masing-masing, maklumlah udah pada gede makanya jadi jarang banget ketemu dan saat ada kesalahfahaman sedikit jadi sering suudzon gitu. Well, sudah seharusnya kita saling mengerti satu sama lain. Suudzon emang sering banget ngebuat segalanya berantakan. Hal itu takkan pernah menghapus makna persahabatan kita. Maafkan dan lupakan, cukup sudah. Apapun yang terjadi you're always my best friend i ever had. Good Luck untuk semua urusan kalian.

Sahabat,
Setiap untai kataku adalah doa yang takkan pernah luntur
berharap semua akan baik-baik saja
Sahabat,
Setelah kita gores bersama tinta perjuangan ini 
aku percaya maknanya takkan memudar
Terima kasih telah banyak membantuku mengenal lebih banyak tentang hidup.
 
Ku tulis ini untuk kalian, who know me inside out, thanks for being here for me, we may be different, but you're the best friends i ever had.

Jumat, September 25, 2009

Belajar Menjadi Sahabat Yang Baik

Segala sesuatu tidak selamanya akan berjalan mulus, adakalanya disana terdapat kerikil tajam yang harus dilewati. Begitu pula dalam hubungan persahabatan, situasi pahit sesekali akan datang. Oleh sebab itu, sebuah hubungan memerlukan rasa saling pengertian.

Kita harus dapat menerima bahwa setiap kita memiliki sisi baik dan buruk, adakalanya seseorang menjelma sebagai malaikat, di lain waktu dia bisa saja berbuat kealpaan dan kesalahan. Saat seseorang berbuat salah kita sering kali melupakan sisi baik yang dimilikinya. Hal itu sangatlah tidak adil, sebagai seorang sahabat sepatutnya kita memberikan ruang atas kealpaannya. Buatlah prasangka baik, sebab seringkali pada situasi sulit prasangka buruk akan membuat sesuatu menjadi runyam.

Well, kita harus menyadari bahwa no body's perfect,  itu salah satu hal yang bisa membuat kita  bisa menerima kealpaan seseorang. Dan satu hal yang penting, ingatlah hal baik apa yang telah dia lakukan untuk kita selama ini.

Renungan,
Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri. Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita. Oleh karenanya, peliharalah persahabatan dengan baik. 
Ingatlah kapan terakhir kali kita berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping kita??
Siapa yang mengasihi kita saat kita merasa tidak dicintai??
Siapa yang ingin bersama kita pada saat tiada satupun yang dapat kita berikan ??
Merekalah sahabat-sahabat kita.
Hargai dan peliharalah selalu persahabatan dengan mereka.








 




Kamis, September 24, 2009

Bingung

Mereka bilang tali ini bernama persahabatan
tempat segala luka dapat terobati
tidak mungkin putus dengan apapun
dan tiada yang mampu merusaknya
katanya dengan ini kita dapat saling berbagi
tapi kini makna itu telah bias

prasangka baik yang dulu terjaga, kini hilang
menyisakan kecewa, saat kepercayaan tidak lagi dapat ditemukan
Namun, tidak ada yang dapat disalahkan

(
Kecewa mode on)