Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan

Selasa, Agustus 11, 2015

Blog Kadaluarsa ini, Berusaha Eksis Kembali

Bismillahirrahmaanirrahim...
Ibarat makanan, blog saya ini bisa dikatakan kadaluarsa. Sebab pemiliknya yang sok sibuk ini sudah tidak pernah menyentuhnya lagi. Meskipun kadang suka merepost ulang demi menjaga eksistensi.
Tiga tahun belakangan ini saya memang sedang menyibukkan diri berkiprah di dunia pendidikan. Dari mulai mengajar di sekolah yang dipimpin orang lain, hingga kini sedang belajar menjadi pemimpin di sebuah sekolah di bilangan Bekasi Utara. Tugas yang berat ini, bagi seorang junior seperti saya memang membutuhkan tenaga dan fikiran ektra untuk dapat memajukan sekolah yang saya pimpin sehingga membuat saya selalu absen untuk sekedar sharing dengan teman-teman blogger. Saya sungguh merindukan saat-saat menghabiskan waktu hanya sekedar melayout blogger saya ini hingga memposting tulisan yang mungkin bagi sebagian orang itu tidak penting. Tetapi yang terpenting bagi saya adalah dapat terus menjaga eksistensi dan bisa sedikit sharing pengetahuan dan pengalaman. 
Tiga tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk sebuah proses kepuasan diri, jika di lihat dari pengorbanan dan perjuangannya. Dalam perjalanannya, saya sudah banyak mengucurkan air mata, keringat, tenaga dan materi. Tapi semua itu dapat terbalaskan dengan kepuasan bathin saat mendapatkan arti dan makna dari sebuah pengorbanan hidup demi terealisasinya cita-cita murni seorang yang ingin mengabdi pada Agama dan bangsanya. Ibarat menyeruput secangkir cokelat panas, di bekunya puncak Fashlu as-Syita (musim dingin) di Kairo sana.
Pengorbanan yang saya bicarakan di sini bukan hanya tentang kerasnya kehidupan, tetapi juga tentang bagaimana seorang Al-Fakir ila rahmatillah seperti saya ini ingin ikut serta mencerdaskan anak bangsa mulai dari NOL.
To be continued....


Kamis, Maret 10, 2011

Bukan Tentang Mendung

Sebenarnya ini bukan tentang mendung, hanya menerjemahkan rasa yang tidak terungkap oleh lidah. Ini juga bukan tentang kematian, karena saya sangat tahu bahwa setiap yang hidup pasti akan mati, sebagaimana yang Allah jelaskan dalam kitab-Nya yang suci "tiap-tiap jiwa (yang bernyawa) akan merasakan kematian" (Q.S. Ali Imran [3]:185).

Sabtu, Januari 01, 2011

Tangisnya Membuatku Iba

Pagi itu seperti biasa saya membuka jendela pagi, menyapa gagah dan dermawannya sang matahari yang tiada hentinya menerangi hari, rintik hujan tak menghalangi sinarnya, membuat pagi semakin sejuk. 

Hari itu berjalan seperti biasa. Saya kembali melangkahkan kaki menuju sebuah tempat yang mempertemukan saya dengan wajah-wajah lugu yang menanti siraman cahaya, cahaya untuk membuka jendela dunia. Disana terlihat ada semangat, cita-cita dan harapan. Begitu indah dan menyentuh. Namun diantara wajah-wajah itu ada satu wajah yang menutupi ketiga hal indah itu dengan kegalauan dan penat. saya mencoba untuk mengungkap apa yang disembunyikannya, saya belai kerudung kecilnya, dia menatap saya dengan tatapan penuh iba membuat saya ingin segera meraih jemari mungilnya. berharap dapat sedikit mengurangi luka yang ia simpan. "Ibu guru, besok aku tidak bisa lagi melihat ibu" ucapnya dengan linangan air mata. 

Jumat, Oktober 02, 2009

Where's Happiness??

I'm not afraid  of anything,
i just to know that i can breath
I don't need much of anything,
but suddenly, suddenly....
i'm small and the world is big,

all around me is fast moving
surrounded by so many thing,
suddenly, suddenly....
i'm young and i'm free,
but i get tired and i get weak
i get lost and i can't sleep
but suddenly, suddenly...
How does it feel to be different from me 
are we the same??
(avril Lavign)



Ney lagu kok mellow banget ya.
Kita seringkali berfikir bahwa orang lain, sahabat, teman, kenalan dan tetangga lebih bahagia dibandingkan diri kita sendiri. Mereka memiliki apa yang tidak kita punya. 
Tanpa disadari kita memang selalu tertarik untuk melihat orang yang berada di atas kita. Dan itu membuat kita selalu terpukul.

Kita selalu berfikir segala apa yang telah kita usahakan, tidak pernah membuahkan hasil yang kita inginkan. Segalanya seperti sia-sia belaka. Kita selalu merasa di sana, di tempat orang lain, lebih baik dan lebih bahagia. Sebab itulah kita selalu berputus asa sebelum berusaha.
Tapi  pernahkah kita berfikir bahwa mereka di sana juga melihat ke arah kita dan berfikir kita lebih bahagia, mereka melihat kebahagiaan ada di sini, milik kita. Mereka hanya melihat hal yang menyenangkan tanpa mengenal kekecewaan yang kita hadapi.
Hidup bahagia adalah seni yang sangat mengagumkan. Percayalah, kebahagiaan bukan terletak di sana, tetapi dia ada di sini, di dalam hati kita.
Where's Happiness??? Inside our mind.


(Arba' wa Nush, saat kebahagiaan terasa hilang. God, give me strength in this life)


Minggu, September 27, 2009

My Another Beloved Home

Rumah adalah tempat dimana terdapat anggota keluarga. Ada ayah, ummi dan ade-ade. Tempat dimana saya menemukan kehangatan, kenyamanan, cinta, kasih sayang, rasa aman dan perlindungan. Rumah saya biasa saja, sederhana, tapi kaya akan rasa. Ayah saya adalah seorang pecinta tanaman, ayah menyulap halaman rumah menjadi kebun yang asri. Tempat favorit keluarga untuk sekedar ngopi sambil ngobrol-ngobrol santai di sore dan malam hari, nyaman. Love those moment. Ummi adalah koki handal. Tidak heran kalau ayah enggan makan jika bukan ummi yang memasak, romantis. Itulah salah satu dari ribuan hal yang membuat saya dan ade-ade betah dirumah. O mom, dad, its so beautiful and makes me wanna cry, thanks.

Di sini, negri para nabi, saya juga menemukan sebuah tempat yang layak saya sebut rumah, tempat saya melepas penat setelah seharian penuh melakukan aktivitas kuliah dan beberapa organisasi di luar kuliah. Di sini saya menemukan kenyamanan, meski tidak sehangat rumah tercinta saya di Bekasi sana.  Di sini juga banyak canda, tawa, keceriaan dan berbagai macam rasa yang membuat hidup saya di rantau ini lebih berwarna. Apalagi sejak ade-ade satu almamater saya datang ke sini dan kebetulan flat mereka berada di lantai dasar apartemen saya, tambah seru aja. Meski tak jarang terdapat pula rasa mumet, but thats not important.


Rumah saya di sini terletak di kawasan Hayyul 'Asyir tepatnya daerah Tabbah. Hanya ada beberapa flat saja yang di tempati oleh mahasiswa indonesia. Tidak seperti daerah Gamee, Bawwabaat dan sekitarnya yang dijuluki sebagai Ardh Indunisy (kampung orang Indonesia) karena mayoritas kita tinggal di sana. Meski demikian, saya jadi merasa benar-benar tinggal di Mesir, karena jarang sekali saya menemukan orang se-negara asal di sini. Hehehe, menghibur diri, bilang aja sepi :). Saya tinggal di dekat terminal bus, Alhamdulillah, ini memudahkan saya untuk berangkat kekuliah, karena banyak sekali bus angkutan jurusan kuliah dan engga mesti berdesak-desakan dengan mahasiswa indonesia lainnya yang saling berebutan  bus yang terbatas di Hayyul Asyir sana, aman.


Udah lama banget saya engga keluar rumah pagi-pagi buta, sejak libur kuliah tepatnya, males. Dan kemarin, tanggal 24 September akhirnya saya keluar pagi-pagi juga karena salah seorang teman saya ada yang  balik ke Indonesia dengan menggunakan jasa penerbangan singapore airlines yang jadwal penerbangannya pagi.  O, God...  indahnya pagi. he9x.. dasar ga penting cuma pengen eksis aja... ckckckckck :D.

Ini dia suasana pagi di Tabbah permai, indah.

Jumat, September 25, 2009

Belajar Menjadi Sahabat Yang Baik

Segala sesuatu tidak selamanya akan berjalan mulus, adakalanya disana terdapat kerikil tajam yang harus dilewati. Begitu pula dalam hubungan persahabatan, situasi pahit sesekali akan datang. Oleh sebab itu, sebuah hubungan memerlukan rasa saling pengertian.

Kita harus dapat menerima bahwa setiap kita memiliki sisi baik dan buruk, adakalanya seseorang menjelma sebagai malaikat, di lain waktu dia bisa saja berbuat kealpaan dan kesalahan. Saat seseorang berbuat salah kita sering kali melupakan sisi baik yang dimilikinya. Hal itu sangatlah tidak adil, sebagai seorang sahabat sepatutnya kita memberikan ruang atas kealpaannya. Buatlah prasangka baik, sebab seringkali pada situasi sulit prasangka buruk akan membuat sesuatu menjadi runyam.

Well, kita harus menyadari bahwa no body's perfect,  itu salah satu hal yang bisa membuat kita  bisa menerima kealpaan seseorang. Dan satu hal yang penting, ingatlah hal baik apa yang telah dia lakukan untuk kita selama ini.

Renungan,
Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri. Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita. Oleh karenanya, peliharalah persahabatan dengan baik. 
Ingatlah kapan terakhir kali kita berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping kita??
Siapa yang mengasihi kita saat kita merasa tidak dicintai??
Siapa yang ingin bersama kita pada saat tiada satupun yang dapat kita berikan ??
Merekalah sahabat-sahabat kita.
Hargai dan peliharalah selalu persahabatan dengan mereka.








 




Selasa, September 22, 2009

DO YOU REALIZE THAT

We are born with two eyes in front,
because we must not always look behind.
But see what lies ahead, beyond us.

We are born to have two ears one left - one right so we can hear both sides.
Collect both the compliments and criticisms, to see which are right.

We are born with a brain concealed in a skull.
Then no matter how poor we are, we are still rich.
For no one can steal what our brains contains.
Packing in more jewels and rings than you can think.

We are born with two eyes, two ears, but one mouth.
For the mouth is a sharp weapon, it can hurt, flirt, kill.
Remember to talk less, listen and see more.

We are born with only one heart, deep in our ribs.
It reminds us to appreciate and give love from deep within.
Learn to love and enjoy being loved but do not expect people to love you the way or as much as you had loved them.
Give love without expecting love in return and you will find love more beautiful.